Praktikum Gelembung Ajaib Tentang Stabilitas Gelembung Sabun dengan Penambahan Gula pada Kelas III SDN Karangrejo 1
DOI:
https://doi.org/10.62383/algoritma.v3i6.810Keywords:
Bubble stability, Elementary school students, Science lab, Soap bubbles, SugarAbstract
This study investigates the effect of added sugar on the stability of soap bubbles through a hands-on science activity titled “Magic Bubbles” conducted with third-grade students at SDN 1 Karangrejo. The activity was implemented collaboratively, where students observed, experimented, and drew conclusions together under teacher guidance, without the use of individual worksheets. Using a participatory observation method, the research described students’ engagement, reactions, and learning behavior during the process. Findings revealed that soap bubbles containing added sugar demonstrated greater stability and a longer lifespan compared to those without sugar. Students showed high levels of enthusiasm, curiosity, and active participation throughout the experiment. The activity not only fostered engagement but also enhanced students’ gross motor coordination, observation skills, and early scientific reasoning. Furthermore, it encouraged cooperative learning and communication among peers. The results highlight the effectiveness of simple laboratory-based learning as a medium to introduce scientific inquiry at the elementary level. The “Magic Bubbles” activity aligns with the inquiry-based learning approach in science education, emphasizing direct experience, experimentation, and concept discovery through observation and guided reflection. This study demonstrates that contextual, play-based science activities can meaningfully improve motivation and conceptual understanding among young learners.
Downloads
References
Fitriani, D. (2020). Pembelajaran IPA berbasis eksperimen sederhana untuk siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(1), 45–52.
Fitriyah, N., & Wicaksono, I. (2020). Pengaruh penambahan bahan terhadap stabilitas gelembung sabun sebagai media pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Sains, 8(2), 101–108.
Harlen, W. (2018). Pengajaran dan pembelajaran sains di kelas dasar. London: Routledge.
Hosnan, M. (2016). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). (2020). Panduan pembelajaran IPA di sekolah dasar pada Kurikulum 2013. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Lestari, I. (2021). Model pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 101–110.
Nugraha, R. (2019). Implementasi model inkuiri dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(1), 55–64.
Nugroho, A., & Lestari, R. (2021). Permainan edukatif dalam pembelajaran IPA untuk mengembangkan motorik kasar anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(1), 45–54.
Rahayu, D., & Sari, M. (2021). Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan literasi sains siswa SD. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 8(2), 87–96.
Rohmah, N., & Prasetyo, A. (2022). Analisis sifat fisika membujukan sabun pada berbagai campuran larutan. Jurnal Sains Terapan, 7(1), 23–29.
Siringoringo, M. (2023). Pengaruh pendekatan pembelajaran dan tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa terhadap hasil belajar IPA pada kelas V SDN-1 Menteng Kota Palangka Raya tahun ajaran 2021/2022. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(2), 413–429. https://doi.org/10.37304/enggang.v3i2.10043
Susanto, A. (2017). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Prenadamedia Group.
Trianto. (2018). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasinya dalam Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



